Ambisi ke depan pun diungkapkan. Prabowo menargetkan pembangunan 500 sekolah rakyat lagi, dengan kapasitas ideal seribu siswa per sekolah.
Untuk saat ini, 166 sekolah perintisan itu masih menumpang di fasilitas milik Kemsos, Balai Latihan Kerja, atau aset pemda. Namun, pemerintah sudah menyiapkan langkah lanjutan. Kementerian PUPR ditargetkan membangun 104 gedung permanen secara bertahap.
Yang menarik, program ini tidak sekadar menyekolahkan anak. Sekolah Rakyat dirancang sebagai solusi komprehensif. Integrasinya menjangkau orang tua siswa, lewat program 3 juta rumah, cek kesehatan gratis, hingga bantuan sosial PKH dan sembako. Siswa juga diarahkan berdasarkan bakat lewat DNA Talent Mapping, dibekali karakter dan keterampilan untuk siap kerja atau lanjut studi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya melaporkan, saat ini sudah ada 15.945 siswa yang terdaftar di 166 titik tersebut. Mereka didukung oleh ribuan guru dan tenaga kependidikan untuk jenjang SD sampai SMA.
Peresmian hari itu dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Tampak hadir Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar, Menko PMK Pratikno, hingga Panglima TNI dan Kapolri. Kehadiran mereka seolah menegaskan, program ini adalah prioritas bersama.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Kampung Rambutan, Ibu dan Anak Tewas Tertabrak Bus
Festival Industri Surabaya 2026 Raup Ekspor IKM 2,73 Juta Dolar AS, Lampaui Target
Imigrasi Perketat Pengawasan Perusahaan yang Salah Gunakan Izin Tenaga Kerja Asing
Moeldoko Soroti Tantangan Teknokrasi sebagai Kendala Utama Pemerintahan Prabowo