Kawasan Perumahan Persada di Walantaka, Kota Serang, tiba-tiba berubah jadi kolam. Semuanya berawal Senin malam lalu, ketika sebuah tanggul yang membatasi permukiman dengan area persawahan tak lagi mampu menahan tekanan air. Tanggul itu jebol.
Air pun mengalir deras masuk ke dalam perumahan. Tak cuma dari situ, debit air di kali sekitar juga meningkat drastis hingga meluap. Gabungan dua hal inilah yang kemudian membanjiri kawasan yang biasanya aman itu.
Menjelang dinihari Selasa, situasinya makin parah. Sebagian besar rumah sudah kebanjiran. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan menyentuh lutut orang dewasa, sekitar 50 sentimeter. Warga yang terkejut pun mulai panik.
Salah satunya adalah Royhan. Ia dengan cemas memperhatikan air yang terus merangkak naik dan merembes masuk ke dalam rumahnya. Kekhawatirannya makin menjadi karena hujan ekstrem sudah mengguyur Serang sejak hari Minggu.
"Semoga saja tidak hujan lagi," ucap Royhan, berharap.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Perang Sarung di Surabaya, 16 Orang Diamankan Bawa Senjata Tajam
KPK Ingatkan Penggunaan Anggaran Daerah Usai Polemik Mobil Dinas Gubernur Kaltim
Polisi Tangkap Enam Pelaku Sindikat Pencurian Besi di Pademangan
Mensos Syaifullah Yusuf Gelar Pertemuan dan Rencanakan Gedung Permanen untuk Sekolah Rakyat