Herry Mulyadi, sang Kepala Desa Cibinong di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, menyambut baik rencana pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di wilayahnya. Dukungan ini bukan sekadar formalitas belaka. Bagi Herry, ini adalah bagian dari komitmen nyata pemerintah desa untuk mendongkrak kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerahnya.
"Pemerintah Desa Cibinong pada dasarnya mendukung pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia," tegas Herry, Selasa lalu.
Menurutnya, kehadiran sekolah itu diharapkan bisa membawa angin segar. Bukan cuma soal akses pendidikan yang lebih baik, tapi juga dampak ekonomi yang mengikutinya. Pertumbuhan ekonomi lokal dan peluang kerja baru bagi warga sekitar menjadi harapan yang nyata.
"Pembangunan sekolah ini kami harapkan dapat memberikan efek ganda, baik di bidang pendidikan maupun ekonomi masyarakat," tambahnya.
Namun begitu, Herry tak lupa menekankan satu hal penting. Sinergi dan komunikasi yang intens antara pengembang, pemerintah desa, dan masyarakat harus jadi prioritas. Tanpa itu, prosesnya bisa berantakan.
"Koordinasi yang baik sangat diperlukan," jelasnya. "Agar proses pembangunan berjalan tertib, transparan, serta tidak menimbulkan dampak sosial maupun lingkungan yang merugikan warga."
Di sisi lain, pemerintah desa sendiri sudah siap siaga. Mereka berjanji akan mendukung dan berkoordinasi penuh untuk memastikan proyek ini berjalan mulus dan berkelanjutan. Harapannya tentu besar. Manfaatnya harus bisa dirasakan dalam jangka panjang, tak hanya untuk dunia pendidikan, tapi juga untuk kesejahteraan warga Cibinong dan sekitarnya.
"Harapan kami, pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi pendidikan serta kesejahteraan masyarakat," pungkas Herry.
Wakapolri Turun Langsung Salurkan Bantuan
Sehari sebelumnya, suasana di lokasi pembangunan sekolah itu sudah ramai. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo datang untuk meninjau langsung progres pembangunannya. Tapi kunjungannya bukan cuma soal mengecek fisik bangunan. Dedi juga membawa serta bantuan sosial yang cukup signifikan untuk masyarakat sekitar.
Ada paket sembako, perlengkapan sekolah, hingga sarana ibadah yang disalurkan khusus bagi anak-anak yatim. Rinciannya lumayan banyak: 100 Al-Qur'an, 100 sarung, 100 mukena, 100 sajadah, ditambah 40 paket bakti sosial dan 20 paket santunan. Ini semua bagian dari upaya agar pembangunan sekolah ini tak kehilangan sisi humanisnya.
Dalam kunjungan itu, Dedi juga menyempatkan diri mampir ke Masjid An-Nahdah Suhanda yang letaknya tak jauh, masih dalam lingkungan sekolah. Masjid yang berdiri di lahan hampir 5.000 meter persegi dengan kapasitas hampir seribu jamaah ini dinilainya punya peran strategis.
Keberadaan rumah ibadah di kompleks sekolah, bagi Dedi, adalah penyeimbang yang crucial. Ia menekankan bahwa pembinaan karakter dan spiritualitas peserta didik harus berjalan beriringan dengan pencapaian akademik.
"Kegiatan ini merupakan satu rangkaian dengan peninjauan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara," ujar Dedi.
"Selain membangun fasilitas pendidikan, kami juga memastikan pembinaan keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan berjalan seiring. Tujuannya jelas, agar terbentuk generasi muda yang unggul secara intelektual, moral, dan spiritual."
Artikel Terkait
Rating Indonesia Dipertahankan S&P, Emas Dunia Menguat, dan Laporan Pajak Tembus 11,22 Juta
21 RT di Jakarta Terendam Banjir Akibat Luapan Kali Ciliwung
Porsche Rilis 911 GT3 S/C, GT3 Convertible Pertama dengan Atap Otomatis
Gubernur DKI Pramono Anung Perjuangkan Konser BTS di JIS atau GBK