Di sisi lain, ada poin penting yang ditekankan: transparansi. Dengan sistem elektronik serba otomatis, proses penindakan jadi terdokumentasi dengan rapi. Sistematis. Selain itu, interaksi langsung antara polisi dan pelanggar di lapangan bisa ditekan.
Agus bilang, ini penting untuk membangun akuntabilitas. Masyarakat bisa lebih percaya, karena penindakan jadi standar dan konsisten. Potensi konflik di jalan pun, mudah-mudahan, berkurang.
Tapi drone ini bukan cuma untuk tilang. Data yang dikumpulkan mulai dari perilaku berkendara hingga titik-titik rawan akan dianalisis lebih lanjut.
"Keselamatan berlalu lintas merupakan hak masyarakat yang harus dijamin melalui sistem pengawasan yang konsisten," tegas Irjen Agus.
Informasi itu nantinya jadi bahan untuk merumuskan kebijakan keselamatan yang lebih tepat sasaran. Bahkan, teknologi ini akan jadi andalan saat momen-momen krusial: hari raya, acara nasional, atau kondisi darurat. Pantauan udara memberi gambaran kepadatan secara aktual, sehingga keputusan pengaturan lalu lintas bisa lebih cepat dan terukur.
Jadi, lewat terobosan ini, Korlantas Polri berkomitmen melakukan transformasi. Mereka menuju sistem lalu lintas yang modern, terintegrasi, dan profesional. Tujuannya satu: meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan jalan raya yang lebih aman.
Artikel Terkait
Ibas Sebut Irigasi Rusak Ancam Kedaulatan Pangan Nasional
Bareskrim Tangkap Bandar Sabu Buronan NTB yang Hendak Kabur ke Malaysia
Kecelakaan Beruntun di Sumedang Pagi Buta, Delapan Orang Luka-luka
Hakim Tolak Tuntutan Kerugian Negara Rp171 Triliun, 9 Terdakwa Kasus Mafia Minyak Divonis Penjara