Senin sore itu, di Balikpapan, Presiden Prabowo Subianto akhirnya menekan tombol peresmian. Bukan sembarang proyek, melainkan kilang minyak terbesar yang dimiliki Indonesia: Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan. Acara simbolis itu menandai dimulainya babak baru infrastruktur energi nasional.
Didampingi sederet menteri seperti Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Infrastruktur AHY, hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Prabowo menyatakan kilang ini sebagai prestasi penting.
Ucapannya singkat tapi penuh makna. Di balik kata-kata itu, ada proyek raksasa senilai Rp 123 triliun. Angka yang fantastis, tentu saja, untuk sebuah kilang yang disebut-sebut akan mengubah peta ketahanan energi kita.
Artikel Terkait
Greenland Tegaskan Kembali: Kami Bukan untuk Dijual ke Amerika Serikat
SBY Tegaskan Demokrat Harus Jadi Bagian Solusi di Tengah Tantangan Global
Prabowo Pilih Bermalam di IKN Usai Agenda Haru di Kalimantan
Bus Transjakarta Tabrak Tiang Listrik di Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka