Lalu, apa sebenarnya yang dihadirkan megaproyek ini? Intinya, modernisasi total. Kilang eksisting dirombak untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah. Nantinya, bukan cuma BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan standar Euro 5 yang dihasilkan, tapi juga produk turunan petrokimia. Semua berkat kehadiran fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex yang canggih.
Fasilitas RFCC ini memang kunci. Ia mengolah residu atau limbah minyak menjadi produk bernilai tinggi. Hasilnya? Selain bahan bakar bersih, kilang ini juga akan memproduksi LPG, propylene, dan sulfur. Jadi, bukan sekadar menyuplai BBM, tapi juga mendorong hilirisasi industri di dalam negeri.
Secara keseluruhan, dampaknya diharapkan bisa langsung dirasakan. Dari penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga penunjang rantai pasok semua terintegrasi. Targetnya jelas: ketahanan energi nasional yang lebih tangguh. Dan semua berawal dari tekan tombol di sore hari itu.
Artikel Terkait
Ibu dan Anak Tewas Mati Lemas Akibat Zat Kimia di Kolam Bekas Asrama Polisi Jombang
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penipuan SMS E-Tilang Palsu
Persib dan Borneo Menang Besar, Persita Tersungkur di Pekan ke-23 BRI Liga 1
BMKG Waspadakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jawa hingga NTT Akibat Dua Siklon