Lalu, apa sebenarnya yang dihadirkan megaproyek ini? Intinya, modernisasi total. Kilang eksisting dirombak untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah. Nantinya, bukan cuma BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan standar Euro 5 yang dihasilkan, tapi juga produk turunan petrokimia. Semua berkat kehadiran fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex yang canggih.
Fasilitas RFCC ini memang kunci. Ia mengolah residu atau limbah minyak menjadi produk bernilai tinggi. Hasilnya? Selain bahan bakar bersih, kilang ini juga akan memproduksi LPG, propylene, dan sulfur. Jadi, bukan sekadar menyuplai BBM, tapi juga mendorong hilirisasi industri di dalam negeri.
Secara keseluruhan, dampaknya diharapkan bisa langsung dirasakan. Dari penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga penunjang rantai pasok semua terintegrasi. Targetnya jelas: ketahanan energi nasional yang lebih tangguh. Dan semua berawal dari tekan tombol di sore hari itu.
Artikel Terkait
Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Berpotensi Libur Panjang Tiga Hari
Kakorlantas Polri Sampaikan Duka ke Keluarga Almarhum Bripka Fajar Permana
Hino Serahkan Unit Perdana Bus 4x4 untuk Tambang ke Kontraktor Sultra
Tucker Carlson Sebut Perang Iran sebagai Blunder Terbesar Trump, Hubungan Memanas