Senin sore itu, di Balikpapan, Presiden Prabowo Subianto akhirnya menekan tombol peresmian. Bukan sembarang proyek, melainkan kilang minyak terbesar yang dimiliki Indonesia: Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan. Acara simbolis itu menandai dimulainya babak baru infrastruktur energi nasional.
Didampingi sederet menteri seperti Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Infrastruktur AHY, hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Prabowo menyatakan kilang ini sebagai prestasi penting.
Ucapannya singkat tapi penuh makna. Di balik kata-kata itu, ada proyek raksasa senilai Rp 123 triliun. Angka yang fantastis, tentu saja, untuk sebuah kilang yang disebut-sebut akan mengubah peta ketahanan energi kita.
Artikel Terkait
Mendagri Tinjau Jembatan Roboh di Bener Meriah, Soroti Ancaman Tersembunyi di Balik Rumah yang Utuh
Prabowo Canangkan 34 Proyek Sampah Jadi Listrik, Target Beroperasi Dua Tahun
Restorative Justice Diusulkan untuk Kasus Dugaan Palsukan Ijazah Jokowi
Kapolres Bogor Turun Langsung, Negosiasi Redakan Demo Tambang di Cigudeg