Senin sore itu, di Balikpapan, Presiden Prabowo Subianto akhirnya menekan tombol peresmian. Bukan sembarang proyek, melainkan kilang minyak terbesar yang dimiliki Indonesia: Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan. Acara simbolis itu menandai dimulainya babak baru infrastruktur energi nasional.
Didampingi sederet menteri seperti Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Infrastruktur AHY, hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Prabowo menyatakan kilang ini sebagai prestasi penting.
Ucapannya singkat tapi penuh makna. Di balik kata-kata itu, ada proyek raksasa senilai Rp 123 triliun. Angka yang fantastis, tentu saja, untuk sebuah kilang yang disebut-sebut akan mengubah peta ketahanan energi kita.
Artikel Terkait
Pengadilan Vonis 15 Tahun Penjara untuk Anak Riza Chalid atas Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun
Pemerintah AS Ajukan Permintaan ke Mahkamah Agung untuk Cabut Status Perlindungan Warga Suriah
Kaesang Buka Safari Ramadan PSI dengan Kunjungan ke Dua Ponpes di Pandeglang
Anak Buronan Riza Chalid Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 2,9 Triliun