MURIANETWORK.COM - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, tak kuasa menahan haru usai membawa skuad Garuda melangkah ke final Piala Asia Futsal 2026. Kemenangan dramatis atas Jepang dengan skor 5-3 di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2025) malam, bukan hanya sekadar tiket final, tetapi juga torehan sejarah pertama bagi Indonesia di kompetisi tingkat Asia ini. Di balik euforia kemenangan, Souto mengungkapkan beban emosionalnya karena harus berjauhan dengan keluarga di Spanyol.
Perjalanan Berliku Menuju Kemenangan Dramatis
Babak semifinal melawan Jepang benar-benar menguji mental dan fisik para pemain Indonesia. Setelah sempat unggul dua gol, tim Garuda harus rela keunggulan itu sirna setelah Jepang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Tekanan kembali muncul di penghujung babak kedua. Firman Adriansyah sempat mengembalikan keunggulan Indonesia, namun lagi-lagi Jepang menyamakan skor menjadi 3-3 lewat titik penalti di detik-detik terakhir pertandingan.
Babak waktu normal berakhir imbang, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak waktu tambahan. Di periode krusial inilah Timnas Futsal Indonesia menunjukkan ketangguhannya. Mereka berhasil mencetak dua gol tambahan, mengamankan kemenangan bersejarah dengan skor akhir 5-3 dan melangkah ke partai puncak.
Tangis Haru Sang Arsitek di Balik Kesuksesan
Di ruang konferensi pers usai laga, emosi Hector Souto akhirnya meluap. Pelatih asal Spanyol itu terlihat jelas menitikkan air mata, sebuah momen yang menangkap sisi manusiawi di balik kesuksesan strategisnya. Rupanya, kemenangan bersejarah ini membawanya pada kenangan akan orang-orang terdekat yang ia tinggalkan demi membangun timnas.
Artikel Terkait
Mudik Lebaran Diproyeksi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026
Macet Parah H+1 Lebaran, Antrean 22 Kilometer Membelit Tasikmalaya-Garut
Arus Balik Lebaran: Ratusan Mobil Berplat B Antre di Pelabuhan Bakauheni
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Sistem Satu Arah Diberlakukan