Di sisi lain, ada pengaruh dari sebuah daerah tekanan rendah yang bersemayam di timur Australia. Sistem ini mengacak-acak pola angin regional, membuat aliran di selatan Indonesia lebih dominan ke timur. Akibatnya, konvergensi dan perlambatan angin di wilayah selatan makin menjadi-jadi.
"Udara jadi terangkat lebih kuat dan berkelanjutan," tambahnya. Proses inilah yang akhirnya memompa potensi hujan lebat hingga ke level yang kita rasakan sekarang.
Masa Depan yang Basah
Nampaknya kita harus bersiap untuk kondisi yang belum usai. Prakiraan untuk sepekan ke depan mulai 12 hingga 18 Januari 2026 memperlihatkan pola serupa. Hujan deras masih akan mendominasi Jawa dan Nusa Tenggara.
Bahkan, ancaman hujan lebat ini diprediksi akan merambah wilayah lain. Sulawesi hingga Papua juga berpotensi mengalami kondisi yang tak jauh berbeda. Siapkan payung dan jas hujan; minggu ini tampaknya akan tetap basah.
Artikel Terkait
Polda Sumsel dan OJK Sumsel Gelar Gerakan Bersama Berantas Kejahatan Fintech
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Muara Sungai Wos, Gianyar, Diduga Korban Mutilasi
Ibu Kandung Korban Kekerasan di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK Usai Terima Ancaman
Anggota DPR Soroti Ancaman Konflik Global dan Pentingnya Ketahanan Fiskal Indonesia di 2026