Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor Senin pagi ternyata membawa musibah. Di Kelurahan Sukaresmi, tepatnya di wilayah Tanah Sareal, sebuah rumah warga tak kuasa menahan gempuran air. Atapnya ambruk begitu saja.
Menurut Dimas Tiko Prahadi Sasongko, sang Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, kejadian ini berlangsung sekitar pukul tujuh pagi. "Bangunannya memang sudah rapuh," ujarnya dalam sebuah keterangan tertulis. Faktor usia bangunan, ditambah intensitas hujan yang tinggi, menjadi penyebab utamanya.
Rumah itu adalah milik seorang warga bernama Komarudin. Kerusakan terpusat di area dapur. Bukan cuma atap yang roboh, temboknya pun retak. Untungnya, tak ada satu pun penghuni yang terluka. Meski begitu, BPBD sudah menetapkan status rumah tersebut sebagai tidak layak huni. Keluarga yang tinggal di dalamnya, untuk sementara, belum perlu diungsikan.
Tim Tanggap Cepat BPBD langsung bergerak. Mereka turun ke lokasi untuk mendokumentasikan kerusakan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Bantuan pertama yang diberikan adalah terpal, untuk menutupi bagian atap yang bolong agar kerusakan tak bertambah parah.
"Asesmen dan koordinasi darurat sudah kami lakukan," jelas Dimas. Langkah selanjutnya, BPBD akan terus berkoordinasi untuk memastikan rumah Pak Komarudin bisa segera diperbaiki. Peristiwa ini sekaligus mengingatkan betapa pentingnya memeriksa kondisi rumah, terutama yang sudah berumur, ketika musim hujan tiba.
Artikel Terkait
Prabowo Canangkan 34 Proyek Sampah Jadi Listrik, Target Beroperasi Dua Tahun
Restorative Justice Diusulkan untuk Kasus Dugaan Palsukan Ijazah Jokowi
Kapolres Bogor Turun Langsung, Negosiasi Redakan Demo Tambang di Cigudeg
Blora Gelar Kendurian Desa, Dukung Program Pangan Nasional