PNBP Anjlok 15,57%, Kemenkeu Andal Sumber Lain untuk Kejar Target

- Senin, 24 November 2025 | 19:35 WIB
PNBP Anjlok 15,57%, Kemenkeu Andal Sumber Lain untuk Kejar Target

Hingga akhir Oktober 2025, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat Rp402,4 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, tepatnya 15,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lalu, apa penyebabnya? Rupanya, pelemahan ini banyak dipengaruhi oleh kebijakan pengalihan dividen BUMN ke BPI Danantara. Kebijakan itu berdampak langsung pada menurunnya angka PNBP.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI yang digelar Senin (24/11/2025), Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Luky Alfirman memberikan penjelasan rinci.

"Kalau dari sisi pertumbuhan kita sifatnya negatif, terkontraksi 15,7 persen. Jika kita KND kita keluarkan, apple to apple, memang masih terkontraksi 2,2 persen," ujar Luky.

Meski datanya menunjukkan kontraksi, pemerintah ternyata masih punya keyakinan. Mereka optimistis target akhir PNBP sebesar Rp477,2 triliun di tahun 2025 tetap bisa dicapai.

Di sisi lain, bukan cuma persoalan dividen BUMN yang jadi tantangan. Fluktuasi harga komoditas di pasar global juga ikut memberi tekanan terhadap kinerja penerimaan negara.

Nah, kalau kita lihat lebih detail, dari total Rp402,4 triliun tadi, kontribusi terbesar datang dari sektor sumber daya alam (SDA) yang mencatatkan Rp178,5 triliun. Rinciannya, PNBP migas menyumbang Rp81,5 triliun, sementara nonmigas ada di angka Rp97 triliun.

Sektor lainnya tak kalah penting. PNBP Lainnya tercatat sebesar Rp129,9 triliun, dan pendapatan BLU berhasil mencapai Rp82,2 triliun per Oktober 2025.

Menghadapi situasi ini, Luky menegaskan bahwa Kementerian Keuangan tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan untuk mengompensasi penurunan pendapatan dari dividen BUMN.

"Ini kita coba kompensasi dengan jenis PNBP lainnya," kata Luky.

Sejauh ini, harapan itu ditumpukan pada PNBP dari kementerian/lembaga serta PNBP BLU. Dua sumber inilah yang menjadi penopang utama untuk mendongkrak penerimaan negara di tengah kondisi yang tidak mudah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar