Bayangkan, program ini sudah menampung lebih dari 15 ribu siswa. Mereka diajar oleh lebih dari dua ribu guru yang mendedikasikan diri. Gus Ipul menyebut angka pastinya: 15.954 siswa, dengan dukungan 2.218 guru dan hampir lima ribu tenaga pendidikan lainnya.
Di sisi lain, ada filosofi kuat di balik gerakan ini. Sekolah rakyat bukan sekadar tempat belajar biasa. Ia dirancang dengan satu misi besar: memutus mata rantai kemiskinan yang seringkali turun-temurun. Prabowo, menurut Gus Ipul, punya keinginan kuat agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak mengulangi jalan hidup orang tuanya.
"Kami berusaha menerjemahkan penyelenggaraan sekolah rakyat dengan melakukan penjangkauan kepada mereka dari keluarga paling tidak mampu,"
tuturnya, menjelaskan strategi yang diambil.
Jadi, program ini memang sengaja menyasar mereka yang paling membutuhkan. Upaya konkretnya adalah dengan mendatangi dan membuka akses pendidikan tepat di lingkungan mereka.
Artikel Terkait
Hujan Lebat dan Angin Kencang Guyur Jawa hingga Nusa Tenggara, BMKG Sebut Belum Berakhir
SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Bogor Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Iran Tuding Mossad di Balik Kerusuhan, Kutip Unggahan Pompeo sebagai Bukti
Prabowo Bantah Isu Retak Kabinet: Saya Rasakan Kekompakan Luar Biasa