Bayangkan, program ini sudah menampung lebih dari 15 ribu siswa. Mereka diajar oleh lebih dari dua ribu guru yang mendedikasikan diri. Gus Ipul menyebut angka pastinya: 15.954 siswa, dengan dukungan 2.218 guru dan hampir lima ribu tenaga pendidikan lainnya.
Di sisi lain, ada filosofi kuat di balik gerakan ini. Sekolah rakyat bukan sekadar tempat belajar biasa. Ia dirancang dengan satu misi besar: memutus mata rantai kemiskinan yang seringkali turun-temurun. Prabowo, menurut Gus Ipul, punya keinginan kuat agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak mengulangi jalan hidup orang tuanya.
"Kami berusaha menerjemahkan penyelenggaraan sekolah rakyat dengan melakukan penjangkauan kepada mereka dari keluarga paling tidak mampu,"
tuturnya, menjelaskan strategi yang diambil.
Jadi, program ini memang sengaja menyasar mereka yang paling membutuhkan. Upaya konkretnya adalah dengan mendatangi dan membuka akses pendidikan tepat di lingkungan mereka.
Artikel Terkait
Mudik Lebaran Dimulai Lebih Awal, Warga Hindari Tiket Mahal dan Kerumunan
UEA Cegat Ratusan Rudal dan Drone Iran, Puing Jatuh di Burj Al Arab
Anggota DPR Desak Hukuman Maksimal untuk Paman Pelaku Penyiksaan Balita di Surabaya
AS dan Israel Serang Iran, Teheran Balas dengan Rudal ke Israel