Angka korban jiwa dalam kerusuhan di Iran terus naik, dan situasinya makin tegang. Menurut laporan terbaru dari sebuah kelompok HAM lokal, per 11 Januari 2025, sudah sekitar 500 orang yang kehilangan nyawa. Lonjakan ini terjadi di tengah ancaman keras Teheran yang menyatakan siap menarget pangkalan militer Amerika Serikat.
Ancaman itu bukan tanpa sebab. Presiden AS Donald Trump memang berulang kali mengancam akan turun tangan, khususnya jika kekerasan terhadap para pengunjuk rasa terus berlanjut. Republik Islam kini menghadapi gelombang demonstrasi terbesar sejak 2022, dan tekanan dari luar tampaknya justru memicu ketegangan yang lebih dalam.
Data dari HRANA, sebuah organisasi HAM berbasis di AS, memberikan gambaran yang suram. Mereka menyatakan telah memverifikasi kematian 490 pengunjuk rasa, ditambah 48 petugas keamanan. Yang tak kalah mencengangkan, lebih dari 10.600 orang dilaporkan telah ditangkap dalam aksi-aksi protes ini.
Menurut sejumlah sumber, Trump rencananya akan mendapat pengarahan khusus dari para pejabatnya pada 13 Januari mendatang. Opsi yang dibahas konon cukup beragam, mulai dari serangan militer langsung, operasi siber rahasia, hingga perluasan sanksi dan dukungan online untuk kelompok-kelompok anti-pemerintah.
Artikel Terkait
Damkar Singkep Lepaskan Cincin yang Terjepit di Jari Warga Selama Enam Bulan
Tiga Pemuda Pelaku Lempar Petasan ke Sopir Angkot di Tangerang Diamankan dan Berdamai
Setjen MPR Serahkan LKIP 2025 Secara Digital, Capai Kinerja 106,92%
Sopir Diamankan di Sijunjung, Sabu Disembunyikan dalam Kotak Rokok