Di sisi lain, alat seismograf merekam getaran dengan amplitudo maksimum 27 mm. Durasi kegiatannya lumayan panjang, hampir 700 detik. Saat ini status Semeru tetap di level III atau Siaga. Artinya, warga harus tetap waspada.
Imbauan pun disampaikan dengan tegas. Masyarakat diminta menjauhi sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak. Bahkan di luar jarak itu, ada larangan beraktivitas di area sempadan sungai sekitar 500 meter dari tepi karena risiko perluasan awan panas dan lahar bisa menjangkau hingga 17 km.
"Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," jelas Sigit.
Tak hanya itu, kewaspadaan juga harus ditingkatkan terhadap ancaman sekunder. Potensi awan panas lebih lanjut, guguran lava, dan aliran lahar mengintai di sepanjang lembah sungai yang berhulu di Semeru. Terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Bahkan anak-anak sungai kecil dari Besuk Kobokan pun berpotensi dilanda lahar. Situasinya memang perlu diawasi ketat.
Artikel Terkait
Banjir dan Pohon Tumbang Lumpuhkan Layanan KRL Jakarta Pagi Ini
Hujan Deras Pagi Ini, Enam RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta Terendam
Lautan Kendaraan Mandek, Pengendara Terjebak Satu Jam di Exit Tol Antasari
Genangan 40 Cm di Rawa Bokor Lumpuhkan Arus Tol Cengkareng