Gejolak dari Jalanan
Di sisi lain, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersikukuh tak akan mundur. Pernyataannya pada Jumat lalu adalah jawaban atas aksi protes yang sudah berlangsung hampir dua pekan.
Jalan-jalan di kota besar Iran ramai oleh kerumunan massa. Mereka membakar gedung-gedung pemerintah dan meneriakkan yel-yel penentangan, seperti "matilah diktator." Awalnya, ini semua dipicu oleh ekonomi yang morat-marit inflasi melambung dan nilai mata uang terjun bebas.
Tapi sekarang, nuansanya berubah. Tuntutan ekonomi berbalut kemarahan politik. Slogan-slogan menentang Khamenei menggema, bukan cuma di Teheran, tapi juga di berbagai penjuru.
Menanggapi hal ini, pemerintah mengambil langkah drastis: memutus akses internet secara nasional. NetBlocks, lewat platform X, mengonfirmasi pemadaman total yang dimulai Kamis sore waktu setempat.
Bagi para pengamat, ini adalah taktik lama. Dengan memutus koneksi, otoritas berharap bisa membatasi penyebaran informasi dan mencegah video kekerasan beredar ke mata dunia. Upaya untuk meredam gejolak yang kian meluas.
Artikel Terkait
Siswi SMP Dibawa Kabur dan Jadi Korban Pencabulan Usai Dikenal di Grup WhatsApp
Kemenag Tegaskan Zakat Wajib, Ajak Umat Tingkatkan Kedermawanan Melampaui 2,5%
Korlantas Tinjau Kesiapan Pelabuhan Jelang Operasi Ketupat 2026
Menteri Ekonomi Kreatif Buka Bazar Ramadan 2026 di Lhokseumawe, Dorong Brand Lokal