Iran sedang menghadapi situasi yang pelik. Presiden AS Donald Trump dengan lantang menyebut negara itu dalam 'masalah besar,' menyoroti gelombang protes anti-pemerintah yang tak kunjung reda.
Dari Gedung Putih, Trump berbicara kepada awak media. Suasana saat itu baru usai pertemuannya dengan sejumlah eksekutif perusahaan minyak dalam negeri.
"Menurut saya, rakyat sedang menguasai beberapa kota yang beberapa minggu lalu tidak pernah terpikirkan sebelumnya," ujarnya.
Ia juga kembali mengingatkan ancamannya yang lama. Peringatan itu ditujukan kepada otoritas Iran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa. AS, katanya, mengawasi dengan ketat.
"Kami akan terlibat. Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka," tegas Trump.
Meski begitu, ia buru-buru meluruskan. Pernyataan keras itu bukan berarti Amerika akan mengirim pasukan darat. Trump menggambarkan situasi di Iran sebagai sesuatu yang "sangat luar biasa," bahkan "menakjubkan untuk disaksikan."
Artikel Terkait
Tiga Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara atas Korupsi Rp9,42 Triliun
Sidang Korupsi Minyak Mentah Berlanjut hingga Dini Hari, Enam Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara
Kemenag-British Council Latih 613 Guru Bahasa Inggris Madrasah
Prabowo Berbuka Puasa Bersama Seluruh Pemimpin Uni Emirat Arab di Abu Dhabi