Serangan malam itu benar-benar menghantam. Sekali lagi, Rusia menggempur infrastruktur sipil Ukraina, meninggalkan gelap dan dingin di tengah musim beku. Antonio Guterres, Sekjen PBB, tak bisa menahan amarahnya. Ia mengutuk keras aksi tersebut, yang membuat warga Ukraina terkatung-katung tanpa pemanas dan air bersih.
Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menyampaikan kecamannya dengan nada tegas. Pernyataannya dirilis AFP pada Sabtu (10/1/2026).
Begitu bunyi pernyataan resmi itu. Intinya jelas: serangan semacam ini melanggar hukum internasional. Titik. Tidak ada alasan yang bisa membenarkannya, dan semua ini harus segera berakhir.
Dampaknya nyata dan mengerikan. Di wilayah Dnipropetrovsk saja, lebih dari satu juta orang terpaksa bertahan tanpa pasokan vital di cuaca yang menusuk tulang. Suhu sudah jauh di bawah nol. Mirip dengan pola musim dingin lalu, Rusia memang sengaja mengincar fasilitas energi Ukraina. Kyiv dan sekutunya melihat ini sebagai strategi brutal untuk meluluhlantakkan semangat warga biasa.
Artikel Terkait
KPK Gelar OTT Perdana 2026, Kantor Pajak dan Perusahaan Tambang Jadi Sasaran
Trump Siap Bantu Iran, Gelombang Protes Makin Mengguncang
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan