Hakim Muara Enim Beri Pemaafan Penuh pada Anak Pelaku Pencurian

- Jumat, 09 Januari 2026 | 17:45 WIB
Hakim Muara Enim Beri Pemaafan Penuh pada Anak Pelaku Pencurian

Hakim Rangga Lukita Desnata dari Pengadilan Negeri Muara Enim membuat keputusan yang cukup mengejutkan. Ia memutuskan untuk memaafkan sepenuhnya seorang anak yang berhadapan dengan hukum. Putusan ini bukan tanpa dasar, melainkan mengacu pada aturan baru dalam KUHP dan KUHAP.

Juru bicara PN Muara Enim, Miryanto, menjelaskan detailnya lewat keterangan tertulis pada Jumat (9/1/2026).

"Pada persidangan perkara anak tanggal 8 Januari 2026, Rangga Lukita Desnata, selaku hakim yang memimpin persidangan, membacakan putusan pemaafan hakim dengan tidak menjatuhkan pidana maupun tindakan terhadap anak walaupun anak terbukti melakukan tindak pidana melakukan pencurian dalam keadaan memberatkan," ujarnya.

Nah, pertimbangan hakim ternyata cukup mendalam. Menurut Rangga, kasus si anak ini memenuhi semua syarat untuk diberi pemaafan. Ia merujuk pada Pasal 54 ayat (1) dan (2) KUHP, plus Pasal 1 angka 19 dan Pasal 246 ayat (1) KUHAP. Intinya, KUHAP yang baru ini memang memberi ruang bagi hakim untuk menyatakan seorang terdakwa bersalah, tapi memilih untuk tidak menghukum. Pertimbangannya bisa karena perbuatannya ringan, keadaan pelaku, atau situasi lain yang membuat vonis pidana terasa tidak adil.

Miryanto kemudian membeberkan alasan spesifik di balik keputusan itu.

"Karena perbuatan anak termasuk perbuatan yang ringan, keadaan pribadi anak yang hanya ikut-ikutan dan bukan otak atau inisiator kejahatan, serta keadaan setelah terjadinya tindak pidana, yaitu anak tidak kabur melarikan diri," jelasnya.

Di sisi lain, ada faktor lain yang turut berpengaruh. Hakim mencatat bahwa sudah terjadi perdamaian antara keluarga anak dengan korban, dalam hal ini PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Sang ayah disebut telah mengganti kerugian perusahaan. Poin ini jelas memberi warna tersendiri dalam pertimbangan akhir di meja hijau.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar