Lebih dari sebulan berlalu, setelah hari-hari panjang di tenda pengungsian, akhirnya ada secercah harapan. Warga korban banjir di Aceh Tamiang perlahan mulai pindah ke hunian sementara yang disiapkan Danantara. Kehidupan baru pun dimulai.
Rasa lega jelas terpancar dari wajah Rika Jahara. Ia adalah salah satu warga yang kini bisa menempati rumah sementara itu.
Huniannya sendiri dibangun dengan cukup fungsional. Desainnya sederhana: satu pintu dan satu jendela untuk memastikan sirkulasi udara lancar. Tapi jangan salah, di dalamnya sudah tersedia kebutuhan dasar. Dua tempat tidur, sebuah lemari, kipas angin, sampai meja makan sudah menunggu.
Lingkungannya pun diatur agar tak terasa suram. Jalan antarblok dilapisi rumput buatan yang hijau, ditemani pot-pot tanaman di setiap pintu. Nuansanya jadi lebih hidup, lebih layak disebut rumah.
Artikel Terkait
Pemerintah Sepakati Pengelolaan Sampah Aglomerasi di Jateng, Targetkan Kurangi 3.000 Ton per Hari
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai