Pekanbaru diguncang agenda besar. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, turun langsung ke kota ini dan menggelar pertemuan strategis bersama Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar. Intinya satu: mendorong percepatan dua Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinanti-nanti, yaitu Jalan 70 Tenayan Raya dan Jembatan Siak V.
Pertemuan itu jelas bukan sekadar formalitas. Di balik meja rapat, ada tekad kuat untuk mewujudkan konektivitas baru. Dua proyek ini bakal jadi penghubung vital. Mereka akan menyambungkan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dengan Jalan Tol Pekanbaru-Indragiri Hulu. Bayangkan saja, jaringan logistik di Sumatera bisa jauh lebih kuat nantinya.
SF Hariyanto tak menampik pentingnya momentum ini. Menurutnya, pembangunan infrastruktur semacam ini adalah jantung dari pemerataan. “Ini sejalan dengan kebijakan pusat untuk mendongkrak daya saing wilayah,” ujarnya. Ia menambahkan, distribusi barang dan jasa pun diharapkan bakal lebih lancar.
Namun begitu, jalan menuju realisasi tak semudah membalik telapak tangan. Sebagai proyek nasional, Jalan 70 Tenayan Raya butuh sinergi mulus antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota. Tanpa itu, mustahil proyek sebesar ini bisa berjalan.
Di sisi lain, Wali Kota Agung Nugroho punya alasan kuat kenapa proyek ini tak bisa ditunda. Jalan 70 Tenayan Raya adalah nadi bagi Kawasan Industri Tenayan Raya yang terus berkembang pesat.
Artikel Terkait
Rumah Kosong di Kembangan Hangus Terbakar Usai Pemiliknya Pulang Mudik
Ledakan Rudal Iran Guncang Yerusalem, Satu Orang Terluka
Mendekati 100 Persen, Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi Tinggal di Tenda
One Way Nasional Berlaku di Tol Trans Jawa, dari Salatiga hingga Cikampek