Di sisi lain, Hasto juga menyinggung soal godaan pragmatisme politik yang kerap menghantam partai-partai besar. Komitmen untuk setia di jalan rakyat, katanya, harus tegak lurus. "Keteguhan terhadap posisi ‘di sanalah aku berdiri’ juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan di tengah godaan pragmatisme politik," lanjutnya. Sebuah pernyataan yang terdengar seperti pengingat internal sekaligus pesan untuk publik.
Rakernas nanti rencananya bakal dihadiri jajaran lengkap pengurus. Mulai dari pusat, hingga ketua, sekretaris, dan bendahara di tingkat daerah provinsi, kabupaten, dan kota. Tak ketinggalan, anggota fraksi DPR RI dan DPRD, plus kepala daerah yang berasal dari PDIP, juga dijadwalkan hadir. Suasanya pasti akan ramai.
Acara besar ini, kata Hasto, merupakan tindak lanjut dari Kongres ke-VI PDIP yang digelar Agustus 2025 lalu. Jadi, bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Di sana, sikap politik partai akan dirumuskan dan disampaikan.
"Di dalam Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban Partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan hukum, hingga program internal Partai dan tanggung jawab kerakyatan Partai,"
Imbuhnya. Daftar panjang itu menunjukkan agenda Rakernas bakal sangat padat. Dari isu global sampai urusan rumah tangga partai sendiri, semua akan dibedah. Tinggal tunggu, seperti apa bunyinya nanti.
Artikel Terkait
Warga Sarinah Sambut JPO Baru, Tuntut Fasilitas Tak Sekadar Slogan
KPK Amankan Delapan Orang dalam OTT Dugaan Suap Pengurangan Pajak
Dasco Desak BPS: Data Kerusakan Pascabencana Harus Rampung dalam Satu Minggu
Video Curhat Pekerja PJU Bogor: Gaji Rp 20 Juta Mandek, Dishub Klaim Sudah Bayar