Bagi Titiek, ini bukan sekadar angka. Ini adalah sebuah prestasi besar yang membantu negara bergerak lebih cepat. “Terima kasih Pak Kapolri yang sudah membantu mempercepat swasembada ini,” tambahnya.
Lalu, bagaimana kondisi ketahanan pangan kita sekarang? Titiek bersikap optimis. Menurut penuturannya, Indonesia sudah bisa disebut mencapai swasembada, khususnya untuk komoditas jagung. Data yang dia sampaikan cukup meyakinkan: produksi tahun lalu mencapai 16,11 juta ton, sementara konsumsi dalam negeri ‘hanya’ 15,60 juta ton.
“Jadi masih ada kelebihan, ada surplus hampir setengah juta ton,” paparnya. Dengan surplus itu, klaim swasembada jagung buatnya sudah sangat konkret. Sebuah kabar baik yang datang dari hasil kerja keras banyak pihak, termasuk institusi yang tak selalu identik dengan urusan pertanian.
Artikel Terkait
Ribuan Warga Padati Kemayoran, Gubernur Soroti Peran Keluarga dalam Perayaan Natal Bersama
Hanif Dhakiri Desak Pengawasan Proaktif untuk Jaga Data Nasabah
Gempa Lembut Menggoyang Pangandaran Dini Hari Tadi
Sheinbaum Siap Hadapi Trump, Tolak Ancaman Serangan Darat ke Meksiko