Di sisi lain, Andra tak cuma bicara proyek infrastruktur besar. Ia menekankan, solusi jangka panjang harus dimulai dari kebiasaan warga. Gerakan perubahan perilaku masyarakat, tegasnya, adalah kunci. Pengelolaan sampah yang baik harus diawali dari rumah masing-masing.
Pernyataan Gubernur ini muncul di saat yang tepat. Sebelumnya, Pemkot Tangsel sendiri sudah memperpanjang status darurat penanggulangan sampah untuk dua pekan ke depan. Masa perpanjangan itu berlaku sampai 19 Januari 2026 nanti.
Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha, menjelaskan apa fokusnya. “Pada masa perpanjangan ini, kami fokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah,” katanya, seperti dikutip Antara.
“Serta optimalisasi penegakan perilaku buang sampah.”
Jadi, ada dua hal yang berjalan beriringan: proyek besar pemerintah provinsi untuk mengolah sampah jadi energi, dan upaya di tingkat kota untuk membersihkan serta mendisiplinkan warganya. Masalahnya kompleks, jalan keluarnya pun harus datang dari banyak sisi.
Artikel Terkait
Ribuan Warga Padati Kemayoran, Gubernur Soroti Peran Keluarga dalam Perayaan Natal Bersama
Hanif Dhakiri Desak Pengawasan Proaktif untuk Jaga Data Nasabah
Gempa Lembut Menggoyang Pangandaran Dini Hari Tadi
Sheinbaum Siap Hadapi Trump, Tolak Ancaman Serangan Darat ke Meksiko