“Untuk mencapai lokasi bencana tidak bisa menggunakan kapal penyeberangan. Hal itu dikarenakan adanya gelombang dan angin yang ekstrem,” jelasnya.
Upaya pun dialihkan ke jalur udara. Namun, ternyata tidak lebih mudah. “Kami bersama Forkopimda bisa mencapai lokasi dengan pesawat kecil. Penerbangan pun mengalami hambatan karena faktor cuaca,” tambah Yulius.
Kondisi yang tak menentu itu membuat Gubernur memberi saran tegas. “Kami sarankan untuk saat ini tidak meninjau lokasi karena cuaca sangat ekstrem. Cuaca tidak bisa diprediksi,” pungkasnya.
Jadi, di balik apresiasi untuk penanganan darurat, ada cerita lain tentang perjuangan melawan alam. Tim di lapangan bukan cuma berhadapan dengan dampak banjir, tapi juga dengan keganasan cuaca yang seolah tak mau berkompromi.
Artikel Terkait
Damkar Singkep Lepaskan Cincin yang Terjepit di Jari Warga Selama Enam Bulan
Tiga Pemuda Pelaku Lempar Petasan ke Sopir Angkot di Tangerang Diamankan dan Berdamai
Setjen MPR Serahkan LKIP 2025 Secara Digital, Capai Kinerja 106,92%
Sopir Diamankan di Sijunjung, Sabu Disembunyikan dalam Kotak Rokok