“Untuk mencapai lokasi bencana tidak bisa menggunakan kapal penyeberangan. Hal itu dikarenakan adanya gelombang dan angin yang ekstrem,” jelasnya.
Upaya pun dialihkan ke jalur udara. Namun, ternyata tidak lebih mudah. “Kami bersama Forkopimda bisa mencapai lokasi dengan pesawat kecil. Penerbangan pun mengalami hambatan karena faktor cuaca,” tambah Yulius.
Kondisi yang tak menentu itu membuat Gubernur memberi saran tegas. “Kami sarankan untuk saat ini tidak meninjau lokasi karena cuaca sangat ekstrem. Cuaca tidak bisa diprediksi,” pungkasnya.
Jadi, di balik apresiasi untuk penanganan darurat, ada cerita lain tentang perjuangan melawan alam. Tim di lapangan bukan cuma berhadapan dengan dampak banjir, tapi juga dengan keganasan cuaca yang seolah tak mau berkompromi.
Artikel Terkait
Prabowo dan Putin Bahas Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia di Kremlin
Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman Pingsan di Acara Purnabaktinya
Konektivitas Jalan Nasional dan Tol Terjaga Saat Mudik 2026, Kesenjangan di Kawasan Timur Jadi Tantangan
Kecelakaan Maut di Jalan Bomang, Satu Pengendara Motor Tewas