Rupanya, sesi pemeriksaan yang berlarut-larut itu harus terpotong. Awalnya, ada 83 poin pertanyaan yang disiapkan penyidik. Namun, proses harus berhenti lebih cepat.
"Tadi berdasarkan keputusan dari penyidik, pada pukul 00.00 WIB, penyidik memutuskan bahwa pemeriksaan dihentikan saat ini di pertanyaan 73 tadi," ujar Reonald.
Alasannya? Kesehatan. Menjelang pukul sepuluh malam, Richard Lee mengaku kurang enak badan. Penyidik pun memutuskan untuk menghentikan proses untuk sementara.
"Kemudian penyidik sudah menanyakan 73 pertanyaan dari 85 pertanyaan, 73 pertanyaan dari 83 pertanyaan, kenapa dihentikan di situ? Karena pada pukul 22.00 WIB untuk saudara dengan inisial RL pada saat mendekati pukul 22.00 merasa kurang enak badan," jelas Reonald lebih rinci.
Sepuluh pertanyaan yang tersisa rencananya akan dilanjutkan pekan depan. Meski begitu, jadwal pastinya masih belum ditetapkan, menunggu kondisi sang dokter.
Kasus ini sendiri berawal dari perseteruan yang ramai di media sosial antara Richard Lee dan dr. Samira Farahnaz atau yang akrab disapa Dokter Detektif (Doktif). Adu laporan mereka berujung pada status yang sama: tersangka. Doktif lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada pertengahan Desember 2025 lalu terkait laporan pencemaran nama baik dari Richard Lee. Kini, giliran Richard Lee yang menghadapi proses hukum.
Artikel Terkait
Salat Jamak: Keringanan Islam dalam Kondisi Tertentu
Gubernur DKI Serukan Pelestarian Budaya Betawi di Tengah Dinamika Jakarta
Adik Bacok Kakak Kandung di Cakung Usai Ditegur Soal Pelecehan
Israel Serang Gaza, Tewaskan 7 Orang Meski Gencatan Senjata Berlaku