Rencananya, Mahathir akan tinggal di rumah sakit untuk beberapa minggu ke depan. Tujuannya jelas: observasi dan perawatan intensif. Dokter memilih jalur rehabilitasi ketimbang tindakan bedah, yang dinilai terlalu berisiko.
Ini bukan kali pertama kesehatan Mahathir terganggu. Beberapa tahun terakhir, ia kerap mondar-mandir ke rumah sakit. Bahkan setelah perayaan piknik meriah untuk ulang tahunnya yang ke-100 Juli lalu, ia sempat dirawat karena kelelahan.
Meski begitu, semangatnya untuk pulih tetap kuat. Mukhriz menegaskan harapan keluarga.
“Tujuannya, tentu saja, adalah agar beliau kembali ke kondisi kesehatannya yang biasa dan dapat terus menjalankan tugasnya seperti yang telah beliau lakukan selama ini,” sebutnya.
Kini, semua mata tertuju pada proses pemulihan pria legendaris itu. Perjalanannya mungkin masih panjang, tapi tekadnya tak pernah diragukan.
Artikel Terkait
Pedagang Takoyaki di Kalideres Cabuli Anak 11 Tahun, Jemput Korban dari Rumah
Utang Rp 300 Ribu Berujung Tewas, Mantan Rekan Parkir Tusuk Korban dari Belakang
AS Suntik Rp 758 Miliar untuk Kukuhkan Gencatan Senjata Thailand-Kamboja
Pelaku Pembunuh karena Utang Ditangkap Saat Jaga Bos di Rumah Sakit