Menariknya, tabung gas 12 kilogram yang diduga menjadi biang kerok ternyata tidak meledak. Menurut analisa sementara dari petugas Damkar, gas yang bocor semalamanlah yang memenuhi ruangan. Rumah yang tertutup tanpa ventilasi cukup menjadi tempat yang sempurna untuk akumulasi gas berbahaya itu.
"Gas itu sudah semalaman bocor, karena ruangan tertutup, tidak ada ventilasi," kata Wenny menerangkan.
Lalu apa yang memicu ledakan? Dugaan sementara, percikan api muncul saat korban mulai beraktivitas di pagi hari.
"Namanya ibu-ibu, pasti mau menyiapkan makanan. Kemungkinan itu dia ada aktivitas, tapi ini baru dugaan karena korban juga lagi luka parah," tambahnya.
Dampak ledakannya tidak main-main. Dua rumah di sekitarnya ikut terdampak. Bagian depan rumah korban hancur, puing-puing berserakan hingga ke jalan. Sisa-sisa kaca dan material bangunan berantakan di mana-mana.
Petugas PPSU Kelurahan Jelambar pun turun tangan membersihkan reruntuhan yang berserakan. Pagi yang seharusnya tenang itu berakhir dengan pemandangan pilu dan pekerjaan pemulihan yang masih panjang.
Artikel Terkait
Pelaku Pembunuh karena Utang Ditangkap Saat Jaga Bos di Rumah Sakit
Serangan Malam di Kyiv: Dua Puluh Rumah Hancur, Bahkan Kedutaan Qatar Tak Luput
Polri Tetap di Bawah Presiden, Ini Alasan Ahli Hukum dan Komisi III DPR
Setelah Berbulan di Tenda, Korban Banjir Aceh Tamiang Akhirnya Menemukan Hunian Sementara