Di sisi lain, dia juga mengajak warga untuk ikut berperan. Imbauannya sederhana: kurangi sampah dari sumbernya. Misalnya, dengan memakai kantong belanja yang bisa dipakai ulang ketimbang plastik sekali pakai.
"Volume sampah memang terus bertambah ya. Kita tidak menyalahkan, cuma kan kita mengimbau," katanya.
Abdul lalu memberi contoh konkret. "Bagaimana sih upaya pencegahannya, ya, kalau misalkan di rumah nih setiap hari nyampah 1 kilogram, bisa nggak dikurangi, hemat sampah gitu, jadi setengah kilo. Kan sudah bantu juga kan."
Menurutnya, ini soal gotong royong. "Jadi saling take and give gitu loh, saling berupaya semua gitu. Memang kondisi-kondisi volume sampah setiap hari itu ya seperti itu gitu, loh."
Harapannya, kesadaran untuk mengolah sampah mandiri bisa tumbuh. "Syukur-syukur yang ada bank sampahnya diolah sendiri atau dijadikan kerajinan dan sebagainya gitu," tutupnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Kritik Wacana War Ticket Haji, Khawatirkan Keadilan dan Tata Kelola Keuangan
Mengenal Uang Kartal dan Giral: Perbedaan Penerbit, Bentuk, dan Kekuatan Hukum
Proyek Jalan Desa di Pandeglang Rampung, Namun Bronjong Penahan Tanah Alami Penurunan
BTN Siapkan KPR Bundling, Biayai Rumah dan Perabotan dalam Satu Akad