Prabowo Penuhi Permintaan Siswa Berfoto Usai Resmikan 166 Sekolah Rakyat

- Senin, 12 Januari 2026 | 12:12 WIB
Prabowo Penuhi Permintaan Siswa Berfoto Usai Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Senin lalu (12/1), suasana di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tampak berbeda. Presiden Prabowo Subianto hadir di sana untuk sebuah acara penting: meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh 34 provinsi. Peresmian secara nasional sengaja dipusatkan di lokasi ini.

Sebelum acara inti, Prabowo menyempatkan diri meninjau fasilitas sekolah. Ia berjalan menyusuri ruang kelas, lalu singgah ke laboratorium. Yang menarik perhatian, seragam para siswa kombinasi merah putih mengingatkan pada pakaian taruna militer.

Suasana kemudian berubah meriah saat Presiden menuju panggung. Tarian dan nyanyian khas Kalimantan Selatan menyambutnya, menambah semarak acara.

Usai menampilkan tarian, beberapa siswa yang masih berada di panggung tak mau melewatkan kesempatan. Mereka membacakan pantun khusus untuk sang Presiden. Dua pantun berhasil disampaikan.

Rupanya, itu belum cukup. Seorang siswa lain kembali maju, kali ini dengan pantun permintaan yang lebih personal.

"Makan ketupat dengan lauk pauk,
Jangan lupa minumnya sirup.
Kami mohon izin berfoto, Pak,
Supaya kenangannya tak mudah lupa."

Permintaan itu tentu saja dikabulkan. Prabowo dengan senang hati berfoto dan bersalaman dengan para siswa sebelum akhirnya menuju panggung utama untuk melanjutkan agenda peresmian.

Apa Itu Sekolah Rakyat?

Di sisi lain, mungkin masih banyak yang bertanya-tanya. Sekolah Rakyat ini sebenarnya adalah terobosan program pendidikan gratis berbasis asrama, mencakup jenjang SD sampai SMA. Sasaran utamanya jelas: anak-anak dari keluarga kurang mampu, bahkan yang masuk kategori miskin ekstrem.

Harapannya besar. Program ini diyakini bisa menjadi salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Yang membedakannya dari sekolah biasa, pengelolaan SR ini ada di bawah Kemensos, tentu dengan dukungan penuh dari kementerian lain yang terkait.

Targetnya pun ambisius. Pemerintah berencana membangun hingga 500 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada awal tahun 2026 mendatang. Sebuah langkah besar yang patut ditunggu perkembangannya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar