Protes warga, rupanya, sudah disampaikan. Tapi upaya pembersihan terhambat. Enyak menyebut, truk pengangkut yang datang jumlahnya sangat terbatas, cuma satu atau dua dalam sehari. Itu jelas tak sebanding dengan volume sampah yang terus bertambah.
Keluhannya tak cuma soal akses. Bau menyengat adalah masalah lain yang tak kalah menjengkelkan. Bau itu menempel di pakaian, tercium jelas bahkan saat sekadar duduk-duduk di depan rumah.
Harapannya sederhana: sampah segera diangkut. Agar jalan kembali lega, dan udara di sekitarnya tak lagi dibebani aroma tak sedap yang mengganggu kenyamanan bertahun-tahun.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Sumbawa Dini Hari, Belum Ada Laporan Kerusakan
KPK Beberkan Dugaan Korupsi Berjenjang di Lingkungan Bea Cukai
KPK Tetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai sebagai Tersangka Ketujuh dalam Kasus Suap Bea Cukai
Warga AS Jadi Korban Pengeroyokan Sopir Taksi Online di Batam