Protes warga, rupanya, sudah disampaikan. Tapi upaya pembersihan terhambat. Enyak menyebut, truk pengangkut yang datang jumlahnya sangat terbatas, cuma satu atau dua dalam sehari. Itu jelas tak sebanding dengan volume sampah yang terus bertambah.
Keluhannya tak cuma soal akses. Bau menyengat adalah masalah lain yang tak kalah menjengkelkan. Bau itu menempel di pakaian, tercium jelas bahkan saat sekadar duduk-duduk di depan rumah.
Harapannya sederhana: sampah segera diangkut. Agar jalan kembali lega, dan udara di sekitarnya tak lagi dibebani aroma tak sedap yang mengganggu kenyamanan bertahun-tahun.
Artikel Terkait
KPK Panggil Anggota DPRD Bekasi untuk Perkuat Kasus Bupati Nonaktif
Jaksa Italia Selidiki Tragedi Bar Swiss yang Tewaskan 40 Orang
KPK Dalami Aliran Dana Kasus Bupati Bekasi dan Wakil Ketua DPRD
Tragedi di Gaza: Drone Israel Tewaskan Empat Anak dalam Serangan ke Tenda Pengungsi