“Atas kejadian tersebut korban telah dirugikan,” bunyi laporan polisi itu. “Selanjutnya pelapor datang… untuk membuat laporan pengaduan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.”
Menurut Andi, SBY sendiri merasa sangat terganggu dengan seluruh isu ini. Beberapa hari sebelumnya, Andi mengaku sempat bertemu langsung dengan mantan presiden tersebut.
“Pak SBY cukup terganggu. Ini tidak benar sama sekali,” ujar Andi Arief.
“Disebut-sebut beliau ada di balik isu ijazah palsu ini, atau bahkan berkolaborasi dengan Ibu Megawati. Itu semua tidak berdasar.”
Sebelum laporan polisi, Partai Demokrat sebenarnya sudah lebih dulu melayangkan somasi. Mereka meminta akun-akun itu untuk meminta maaf dan klarifikasi terbuka. Tampaknya, karena permintaan itu diabaikan, jalan hukum pun ditempuh. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa mereka tak akan biarkan narasi liar terus beredar.
Artikel Terkait
Survei LSI: Mayoritas Publik Tolak Pilkada Lewat DPRD, Istana Angkat Bicara
Dua Prajurit Atlet Langsung Naik Pangkat Usai Bawa Emas SEA Games
Sisa Kayu Banjir Lalu Kembali Hanyut di Sungai Wih Gile
Golkar Tegaskan Syarat: Pilkada Lewat DPRD Harus Libatkan Rakyat