Kota Serang dan Tangerang Selatan akhirnya sepakat. Kerja sama pengiriman sampah ke TPAS Cilowong di Serang resmi berjalan. Yang menarik, Pemkot Serang mengklaim warga sekitar sudah memberikan lampu hijau untuk rencana ini.
Kepala Satgas Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, membenarkan hal itu.
"Komunikasi dengan warga sudah dilakukan. Justru karena ada kesepakatan dengan mereka, kegiatan ini bisa berjalan. Bahkan dalam pengecekan pun kami libatkan masyarakat. Ini bentuk kolaborasi," ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Pengecekan yang dia maksud terjadi Kamis malam sebelumnya. Saat itu, sepuluh truk sampah dari Tangsel diperiksa sebelum masuk ke Cilowong.
Menurut Wahyu, keterlibatan warga tak cuma sampai di situ. Mereka juga diikutsertakan sebagai tenaga kerja. "Sopir truk pengangkut harus berasal dari masyarakat Kota Serang, khususnya warga kampung-kampung yang terdampak di wilayah Taktakan," katanya tegas.
Di sisi lain, tentu ada kompensasi. Warga sekitar akan mendapat ganti rugi atas pengelolaan sampah itu. Pemkot Serang sendiri menerima bantuan keuangan dari Tangsel.
"Ada kompensasi untuk dampak negatif yang mungkin timbul. Dari Tangsel, bentuknya ada dua: bantuan keuangan dan retribusi," jelas Wahyu.
Artikel Terkait
Anggaran dan Kualitas Menu Makanan Bergizi Gratis Ramadan Dipertanyakan, BGN Beri Penjelasan
Serangan Udara Myanmar Tewaskan Belasan Warga Sipil di Pasar Rakhine
Program Makan Bergizi di Purworejo Tetap Berjalan Lancar Selama Ramadan
Bamsoet Dorong Bantuan Pangan Siap Saji untuk Percepat Tanggap Darurat Bencana