"Tantangannya ya di situ. Kita harus super hati-hati karena ini hewan buas. Semua balik ke diri sendiri untuk tetap waspada setiap saat," tegasnya.
Soal makan, Fahmi menjamin kebutuhan gizi harimaunya terpenuhi. Porsinya sekitar lima sampai enam kilogram daging per ekor, diberikan dua kali sehari. Menurutnya, pakannya adalah campuran daging ayam dan sapi yang sudah diukur kandungan gizinya.
Di sisi lain, pemantauan kesehatan berjalan rutin. Mereka punya tim medis yang selalu siap.
"Setiap hari ada monitoring. Pemberian vitamin seminggu sekali, pengecekan kesehatan lebih detail sebulan sekali. Untuk medical check up besar, kita lakukan setahun sekali," pungkas Fahmi.
Jadi, di balik kesan kuat dan garang sang harimau, ada kerja keras dan kelembutan seorang perawat seperti Fahmi. Kombinasi itulah yang membuat kehidupan satwa di Ragunan tetap berjalan baik.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Keluarga Laporkan Suami Gadungan yang Klaim Anak Pejabat DPRD Makassar
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Hizbullah Tolak Rencana Israel untuk Negosiasi Langsung dengan Lebanon