"Kami pun melengkapi kawasan Huntara dengan satu unit dapur umum seluas 8×19 m. Lalu mengerjakan delapan unit bangunan toren, drainase precast, dan MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plumbing) kawasan," jelas Paulus.
Di sisi lain, perbaikan infrastruktur pendukung juga tak ketinggalan. Jalan pedestrian dan jalan akses sedang dibangun untuk memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik yang sangat krusial saat ini.
Komitmen untuk pemulihan jangka panjang juga ditegaskan.
"Perseroan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan demi mengawal pemulihan kawasan terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang. Waskita Karya berkomitmen membantu masyarakat agar dapat segera bangkit kembali," tutur Paulus.
Sebelum proyek huntara ini, sebenarnya bantuan dari Waskita sudah lebih dulu mengalir. Perusahaan pelat merah itu telah menyalurkan ratusan paket sembako, kasur lipat, selimut, hingga perlengkapan khusus bayi dan wanita ke berbagai posko bencana di Sumatera.
Mereka juga mengerahkan puluhan alat berat excavator dan dump truck untuk membersihkan lumpur dan sampah, sekaligus membuka akses jalan yang terputus. Tak lupa, truk tangki air bersih dikirim untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar pascabencana: air minum yang layak.
Upaya di Aceh Tamiang ini, tampaknya, adalah bagian dari langkah yang lebih besar untuk membangun kembali apa yang hilang.
Artikel Terkait
Tiga Daerah di Sulsel Kolaborasi Olah Sampah Jadi Listrik 25 MW
Iran Izinkan Kapal Irak Melintasi Selat Hormuz di Tengah Blokade
Platform X Siapkan Fitur Auto-Lock untuk Cegah Penipuan Kripto
Polisi Buru Preman Diduga Aniaya Tuan Hajatan hingga Tewas di Purwakarta