Suasana meriah akhirnya kembali menyelimuti Kota Betlehem. Setelah absen lebih dari dua tahun karena perang di Gaza, perayaan Natal tahun ini terasa begitu hidup. Ratusan jemaat memadati gereja untuk mengikuti misa, mengisi kembali ruang-ruang yang lama sepi.
Memang, sejak perang Hamas dan Israel meletus pada Oktober 2023, suasana sukacita seperti ini tak pernah terlihat. Tapi hari ini, semuanya berbeda. Parade ramai dan alunan musik mengudara di kota Tepi Barat yang diduduki ini. Di sisi lain, situasi di Gaza masih terasa getir. Gencatan senjata yang berlaku terbilang rapuh, sementara ratusan ribu orang harus menghadapi dinginnya musim di dalam tenda-tenda darurat.
Di dalam gereja, suasana khidmat pun terasa. Banyak jemaat rela berdiri atau bahkan duduk di lantai untuk mengikuti misa tradisional menyambut Hari Natal. Tepat pukul 23.15 waktu setempat, Rabu malam, denting musik organ mengalun. Prosesi puluhan pendeta memasuki altar, diikuti oleh Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, yang kemudian memberkati seluruh umat yang hadir.
Dalam khotbahnya, Pizzaballa tak hanya bicara soal sukacita. Ia menyerukan perdamaian, harapan, dan semangat kelahiran kembali. Menurutnya, kisah Kelahiran Yesus masih sangat relevan di tengah gejolak zaman modern yang penuh ketidakpastian ini.
Artikel Terkait
Real Sociedad dan Alaves Bermain Imbang 3-3 dalam Drama Injury Time
Adik Bupati Tulungagung yang Jadi Anggota DPRD Diamankan KPK sebagai Saksi
Imigrasi Bentuk Tim Khusus dan Fast Track untuk Permudah Atlet Asing
OJK Jabar Soroti Pentingnya Inovasi dan Jaringan untuk Dongkrak Inklusi Keuangan Syariah