Pengumuman terbaru pemerintah pada Minggu (7/12) menyatakan 130 orang telah diselamatkan. Sebuah sumber PBB bahkan memberi gambaran yang sedikit berbeda kepada AFP. Menurut sumber itu, semua korban tampaknya sudah bebas. Pasalnya, puluhan orang yang sempat dianggap diculik ternyata berhasil melarikan diri sendiri saat serangan dan sudah pulang ke rumah masing-masing.
Proses penghitungan yang ruwet ini ternyata punya alasan. Lokasi panti asuhan mereka tersebar di wilayah pedesaan yang terpencil. Untuk menjangkau desa-desa itu, kadang butuh perjalanan naik motor selama tiga atau empat jam. Bayangkan saja.
"Siswi/siswi sekolah menengah yang tersisa akan dibawa ke Minna," jelas sumber PBB tersebut, merujuk pada ibu kota negara bagian Niger. Rencananya, pemindahan ini dilakukan pada hari Senin.
Tapi, tampaknya proses verifikasi masih berlangsung. Daniel Atori, juru bicara CAN di Niger, menyatakan hal yang sama kepada AFP. "Kita masih harus melakukan verifikasi akhir," katanya. Semua pihak tampaknya ingin memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal.
Artikel Terkait
Ledakan Petasan di Pekalongan Tewaskan Dua Remaja, Satu Korban Tak Bersalah Turut Terluka
Leapmotor Pacu Inovasi Mobil Listrik dengan Teknologi Baterai Terintegrasi ke Sasis
Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Siapkan Respons Keras untuk Serangan
Mantan Menag Yaqut Jalani Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Kembali ke Rutan KPK