Leapmotor Pacu Inovasi Mobil Listrik dengan Teknologi Baterai Terintegrasi ke Sasis

- Selasa, 24 Maret 2026 | 10:30 WIB
Leapmotor Pacu Inovasi Mobil Listrik dengan Teknologi Baterai Terintegrasi ke Sasis

Jakarta – Inovasi di dunia kendaraan listrik terus bergulir. Salah satu pemain yang aktif mendorong terobosan adalah Leapmotor. Produsen asal Tiongkok ini kini fokus pada pengembangan teknologi baterai yang lebih cerdas, khususnya lewat arsitektur yang mereka sebut Cell-to-Chassis atau C2C.

Lalu, apa bedanya dengan sistem biasa? Selama ini, kebanyakan pabrikan menggunakan pendekatan bertahap: sel baterai dikelompokkan dulu menjadi modul, lalu modul-modul itu disusun menjadi satu paket besar yang kemudian dipasang ke rangka mobil. Prosesnya berlapis.

Nah, Leapmotor memangkas jalur itu. Teknologi C2C mereka menghilangkan lapisan modul. Alih-alih, sel baterai diintegrasikan langsung menjadi bagian dari struktur sasis atau rangka kendaraan. Hasilnya, baterai tidak cuma jadi sumber tenaga, tapi juga berperan sebagai komponen struktural yang memperkuat bodi mobil.

Menurut sejumlah analis, pendekatan radikal ini punya beberapa keunggulan nyata. Pertama, soal efisiensi ruang. Dengan menghilangkan "perantara", pemanfaatan ruang untuk baterai bisa melonjak hingga sekitar 91 persen. Jumlah komponen yang dibutuhkan juga berkurang, yang artinya desain kendaraan bisa dibuat lebih ringkas dan ringan.

Di sisi lain, manfaatnya tidak berhenti di situ. Integrasi yang erat antara baterai dan rangka ini diklaim meningkatkan kekakuan torsional bodi kendaraan secara signifikan. Dampaknya? Stabilitas berkendara jadi lebih baik, dan tentu saja, aspek keselamatan secara keseluruhan ikut terdongkrak.

Leapmotor sendiri tak berpuas diri. Mereka sudah meluncurkan generasi terbaru teknologi ini, yaitu C2C 2.0, yang menawarkan level integrasi sistem yang lebih tinggi lagi. Sistem ini dilengkapi dengan manajemen baterai cerdas yang mampu memantau performa dan kondisi keamanan secara real-time.

Teknologi ini bukan lagi sekadar wacana. Beberapa model andalan Leapmotor, seperti C01, C11, dan yang terbaru C10, sudah mengadopsi arsitektur terintegrasi ini. C10, misalnya, dikembangkan sepenuhnya dengan platform kendaraan listrik yang memanfaatkan pendekatan C2C.

Untuk mempercepat ekspansi global, Leapmotor juga menjalin kolaborasi strategis yang cukup mencengangkan. Mereka bekerja sama dengan raksasa otomotif Stellantis. Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas pengembangan dan jaringan distribusi kendaraan listrik mereka di berbagai pasar internasional, termasuk kemungkinan masuk ke Indonesia.

Dengan tren adopsi kendaraan listrik yang kian masif, inovasi di bidang baterai seperti C2C jelas menjadi salah satu kunci. Leapmotor lewat teknologi ini ingin menegaskan komitmennya: menghadirkan mobil listrik yang tidak hanya efisien, tetapi juga stabil, aman, dan berteknologi tinggi untuk mendukung mobilitas masa depan.

(UDA)

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar