Dia tak main-main. Instruksi itu, menurutnya, berlaku untuk siapa saja yang memegang amanah. Baik yang duduk di kursi eksekutif sebagai kepala daerah, maupun yang berada di legislatif. Intinya sederhana: jangan melenceng.
Bahlil kemudian menyentuh soal misi partai. Dia merasa perlu mengingatkan kembali tentang khittah perjuangan Golkar. Baginya, partai sama sekali bukan kendaraan untuk menggasak keuntungan pribadi atau kelompok bisnis tertentu.
Peringatan itu jelas bukan tanpa alasan. Rentetan OTT belakangan ini sepertinya jadi pengingat yang cukup pahit. Bahlil berharap, pesannya sampai. Agar tak ada lagi kader yang salah jalan, apalagi sampai mempermalukan partai di depan publik.
Artikel Terkait
Diaspora Indonesia di Swedia Rayakan Idulfitri Sederhana di Tengah Inflasi Tinggi
Kemacetan Parah Landa Jalur Nagreg, 107 Ribu Kendaraan Padati Jalur Mudik
423 Warga Binaan di Papua Terima Remisi Khusus Idulfitri
Ragunan Dikunjungi 67 Ribu Orang di H+1 Lebaran