AS Balas Serangan ISIS di Suriah, Lima Anggota Kelompok Teroris Tewas

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 15:55 WIB
AS Balas Serangan ISIS di Suriah, Lima Anggota Kelompok Teroris Tewas

Gempuran militer Amerika Serikat di wilayah Suriah menewaskan sedikitnya lima anggota kelompok Islamic State (ISIS). Serangan ini, menurut keterangan resmi, adalah bentuk balasan atas insiden akhir pekan lalu yang merenggut nyawa tiga warga negara AS.

Menurut pihak AS, serangan mematikan di area Palmyra pada 13 Desember itu didalangi seorang pria bersenjata dari ISIS yang bertindak sendirian. Korban dari pihak Amerika mencakup dua tentara dan satu warga sipil.

Sebagai respons, militer Washington tak main-main. Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan, mereka telah menghantam lebih dari 70 target di berbagai titik di Suriah bagian tengah. Jet tempur, helikopter serbu, dan artileri dikerahkan untuk membidik infrastruktur dan gudang senjata milik ISIS.

Lalu, bagaimana dampak di lapangan?

Kepala kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman, memberikan konfirmasinya. Dalam keterangan kepada AFP hari Sabtu, dia menyebut serangan-serangan itu memang memakan korban jiwa di Provinsi Deir Ezzor, wilayah timur Suriah.

"Setidaknya lima anggota kelompok Islamic State tewas,"

Begitu penegasan Rahman. Salah satu dari yang tewas itu bukan anggota biasa. Dia disebut-sebut merupakan pemimpin sel ISIS yang punya tanggung jawab khusus mengoperasikan drone di area tersebut.

Di sisi lain, sebuah sumber keamanan Suriah yang diwawancarai AFP memberi gambaran lebih luas. Serangan AS konon menyasar sel-sel ISIS yang bersembunyi di gurun Badia yang luas, mencakup wilayah Provinsi Homs, Deir Ezzor, dan Raqa. Menariknya, sumber itu menekankan bahwa operasi kali ini murni serangan udara, tanpa diikuti operasi darat.

Jadi, meski jumlah korban tewas yang diumumkan belum besar, skalanya menunjukkan keseriusan Washington. Mereka ingin memberi pesan jelas: serangan terhadap personelnya tak akan dibiarkan begitu saja.

Komentar