kata seorang juru bicara Bandara Dubai, mengkonfirmasi kekacauan yang terpampang jelas di papan informasi bandara. Puluhan jadwal penerbangan tertunda, beberapa lainnya benar-benar dihapus.
Pusat Meteorologi Nasional sudah memprediksi ini. Mereka mengeluarkan peringatan curah hujan tinggi untuk hampir seluruh negeri, dari Kamis hingga Jumat, mencakup Dubai dan Abu Dhabi. Tampaknya, negara tetangga di Teluk juga merasakan hal serupa. Di Qatar, bahkan pertandingan Piala Arab antara Arab Saudi dan UEA terpaksa dibatalkan.
Ini bukan kali pertama. Hujan deras tahun lalu yang disebut-sebut sebagai yang terberat dalam 76 tahun menewaskan sedikitnya empat orang dan benar-benar melumpuhkan Dubai. Ada pola yang mengkhawatirkan di sini.
Sebuah studi dari World Weather Attribution menguatkan kecurigaan banyak orang. Menurut mereka, pemanasan global akibat emisi bahan bakar fosil punya andil besar. Perubahan iklim itu “kemungkinan besar” memperparah intensitas hujan ekstrem seperti yang melanda UEA dan Oman tahun lalu, dan mungkin juga yang terjadi sekarang. Kota-kota mewah di gurun itu kini harus berhadapan dengan realitas baru yang basah dan tak terduga.
Artikel Terkait
Filipina Izinkan Sementara Bahan Bakar Euro-II untuk Jaga Stok di Tengah Krisis
MAKI Pertanyakan Perbedaan Perlakuan KPK pada Penahanan Yaqut dan Lukas Enembe
Dua Prajurit Marinir Gugur Disergap Kelompok Bersenjata di Maybrat
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dari Puncak ke Jakarta, Arus Naik Padat