Kengerian di Stasiun Taipei: Bom Asap dan Penusukan Tewaskan Empat Jiwa

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 00:00 WIB
Kengerian di Stasiun Taipei: Bom Asap dan Penusukan Tewaskan Empat Jiwa

Kota Taipei diguncang aksi kekerasan yang memilukan. Sebuah serangan terjadi di stasiun metro utama pada Jumat (19/12/2025) lalu, merenggut nyawa empat orang, termasuk pelakunya sendiri. Situasi kacau itu dipicu oleh seorang pria yang melemparkan bom asap dan melakukan penusukan terhadap warga yang tak bersalah.

Menurut keterangan Dinas Pemadam Kebakaran setempat, pelaku adalah seorang pria berusia 27 tahun. Selain empat korban jiwa, lima orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden mengerikan tersebut.

Motifnya masih gelap. Namun, Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai dengan tegas menyatakan ini adalah tindakan yang disengaja. Dalam pernyataannya, Cho menggambarkan aksi pelaku yang mengenakan masker dan melemparkan sekitar lima atau enam bom bensin atau granat asap di tengah kerumunan.

“Saat ini, semua lokasi penting, termasuk stasiun kereta api, jalan raya, stasiun kereta bawah tanah, dan bandara berada dalam tingkat kewaspadaan dan pengawasan yang tinggi,”

kata Cho, menegaskan langkah antisipasi yang telah diambil pihak berwenang.

Nasib pelaku berakhir tragis. Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, menyebutkan bahwa tersangka tampaknya bunuh diri dengan melompat dari sebuah gedung untuk menghindari penangkapan. Pria itu juga disebut sedang dicari karena menghindari wajib militer.

“Kami memahami bahwa tersangka bunuh diri dengan melompat dari sebuah gedung untuk menghindari penangkapan, dan telah dipastikan meninggal,”

jelas Chiang. Perdana Menteri Cho menambahkan detail lain, bahwa pelaku diduga mengalami serangan jantung setelah jatuh.

Di antara korban, ada seorang pahlawan yang kehilangan nyawanya. Wali Kota Chiang dengan sedih menyampaikan, salah seorang korban tewas saat berusaha menghentikan serangan di stasiun.

“Sayangnya, dia diserang dan meninggal dunia. Kami semua sangat berduka,”

ungkapnya, menyampaikan kepiluan mendalam.

Kengerian saat itu terekam jelas dari kesaksian seorang warga di Stasiun Utama yang diwawancarai EBC News. Ia menggambarkan suasana mencekam yang awalnya dikiranya hanya latihan.

“Awalnya saya pikir itu latihan, lalu saya melihat seseorang memegang pisau dan melempar granat asap,”

kata saksi itu.

Ia juga melihat seorang pria lain yang berusaha menundukkan penyerang. Pelaku sendiri terlihat lengkap dengan masker gas dan rompi anti peluru, seolah mempersiapkan aksinya dengan matang. Sebuah adegan yang lebih mirip film, tapi nyata terjadi di tengah ibu kota.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar