Di Ruang Moh Hatta, Kantor BNN Cawang, suasana pagi itu cukup padat. Komjen Suyudi Ario Seto, sang Kepala BNN RI, berdiri untuk menyampaikan laporan kinerja lembaganya sepanjang tahun 2025. Intinya jelas: perang melawan narkoba terus berkecamuk, dan mereka baru saja mencatatkan sejumlah prestasi yang cukup signifikan.
Menurutnya, BNN bersama aparat penegak hukum lainnya berhasil membongkar 746 kasus narkoba sepanjang tahun ini. Angka itu mencakup tindak pidana narkotika dan prekursor.
"BNN RI bersama penegak hukum lainnya secara kolaboratif dan terpadu telah berhasil mengungkap 746 kasus tindak pidana narkotika dan prekusor narkotika,"
begitu Suyudi membuka paparannya dalam Konferensi Pers Akhir Tahun, Jumat (19/12/2025) lalu. Acara itu sendiri dihadiri berbagai pihak, mulai dari perwakilan Kemlu, Kemendikbudristek, hingga Kejaksaan Agung.
Tak cuma jumlah kasus yang besar. Jaringannya pun luas. Suyudi mengungkap, mereka memecahkan peredaran terorganisir yang melibatkan 33 jaringan nasional dan 9 jaringan internasional. Dari sana, penangkapan pun dilakukan. Jumlah tersangkanya mencapai 1.174 orang.
Lalu, barang buktinya? Ini yang bikin merinding.
"Menangkap sebanyak 1.174 orang tersangka. Adapun barang bukti narkotika yang berhasil disita dari sabu 4.011.723,13 gram atau lebih dari 4 ton sabu,"
jelasnya. Bayangkan, lebih dari empat ton sabu disita. Itu jumlah yang luar biasa.
Masih ada lagi. Ganja alam yang disita mencapai 2,1 juta gram lebih. Ganja sintetis sekitar 2 ribu gram. Untuk ekstasi, BNN mengamankan ratusan ribu butir dan puluhan ribu gram. Kokain juga tak luput, sekitar 4,7 kilogram berhasil diamankan.
"Ekstasi 364.750 butir dan 142.490,78 gram serta kokain 4.703,71 gram,"
tambah Suyudi merinci.
Di sisi lain, upaya pemberantasan tidak hanya fokus di kota. BNN juga turun ke hutan untuk memutus mata rantai produksi. Sepanjang 2025, mereka melakukan eradikasi ladang ganja secara besar-besaran.
"BNN RI juga telah memusnahkan ladang tanaman ganja seluas 127.800 meter persegi dengan total sebanyak 224.500 batang tanaman dengan berat keseluruhan sebanyak 109,8 ton,"
imbuhnya. Upaya di hulu ini tak kalah pentingnya dengan penangkapan di hilir. Semua dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para bandar dan pengedar.
Artikel Terkait
Mantan Stafsus Nadiem Baru Tahu Gaji Konsultan Chromebook Lebih Tinggi di Sidang Korupsi
Normalisasi Kali Ciliwung Kembali Digiatkan, Pembongkaran Bangunan di Bantaran Dimulai
Pengadilan AS Vonis Seumur Hidup untuk Pelaku Rencana Pembunuhan Donald Trump
MUI Dukung Polri Tetap Langsung di Bawah Presiden, Tolak Wacana Kementerian Khusus