Lalu, bagaimana dengan dana pemulihan? Teddy dengan lugas menjawab keraguan soal anggaran. Dia memastikan pemerintah pusat akan menggelontorkan dana sebesar Rp 60 triliun, meski status bencana bukan nasional.
“Bapak Presiden sudah jawab dari awal. Semuanya pakai dana pusat. Rp 60 triliun itu dikeluarkan bertahap untuk membangun kembali rumah sementara, rumah permanen, fasilitas umum, sampai gedung pemerintahan,” jelas Teddy.
“Para Bupati dan Wali Kota di 52 wilayah terdampak juga langsung dapat bantuan tunai di hari yang sama.”
Memang, pekerjaan pemulihan tidak instan. Namun, Teddy menekankan bahwa pemerintah tidak akan setengah-setengah. Di sisi lain, banyak infrastruktur yang rusak parah mulai diperbaiki.
“Jembatan putus, jalan hancur, semuanya disambung berangsur. Buktinya, beberapa jembatan bisa selesai dalam tujuh sampai sepuluh hari. Itu kan kerja bersama, bukan cuma satu dua orang. Warga setempat juga turun tangan. Intinya, kita saling dukung,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Herdman Umumkan 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, Elkan Baggott Kembali
Warga Pantai Indah Kapuk Antre Berjam-jam Demi Silaturahmi dengan Presiden di Istana
Iran Buka Pintu Negosiasi untuk Kapal Jepang dan Korea Selatan di Selat Hormuz
Warga Iran Rayakan Idulfitri di Tengah Situasi Perang, Menteri Ucapkan Terima Kasih atas Solidaritas Asia Tenggara