“Musibah bukan akhir segalanya. Jangan sampai berujung putus asa. Solusinya ya kembali mendekat pada-Nya. Sabar itu kualitas iman yang paling tinggi, lho. Lewat sabar, derajat kita justru bisa naik.”
Ia melanjutkan dengan nada lebih tenang, “Andai kita tahu hikmah di balik semua ini, kita mungkin malah akan bersyukur. Allah tak pernah memberi yang buruk pada hamba yang dicintai.”
Di sisi lain, Nasaruddin tak lupa menekankan soal ikhtiar spiritual menghadapi cobaan. Pesannya khusus untuk para santri yang masih terlihat lesu: tetaplah semangat menimba ilmu, betapa pun sulitnya keadaan sekarang.
“Fokus belajar saja. Jangan pusingkan masa depan. Yakinlah, Allah pasti ganti dengan yang lebih baik,” pungkasnya sebelum berpamitan.
Ruangannya masih berantakan, tapi sedikit senyum mulai mengembalikan cahaya di wajah-wajah yang lelah.
Artikel Terkait
Eyang Meri, Istri Hoegeng Iman Santoso, Tutup Usia di Usia 100 Tahun
Istri Hoegeng Iman Santoso, Meriyati, Tutup Usia di Usia 100 Tahun
Ricuh di SMPN 3 Sungai Raya, Pelaku Pelemparan Molotov Diamankan Polisi
Istri Hoegeng, Meriyati, Tutup Usia di Usia 99 Tahun