Selain bantuan langsung ke siswa, ada persoalan lain yang tak kalah mendesak. Husni menyoroti kondisi bangunan pendidikan dan keagamaan yang banyak rusak.
"Masuk bangunan-bangunannya dulu. Tentunya, pasti ya, pasca bencana ini banyak sekolah yang rusak, banyak madrasah yang rusak, banyak juga rumah-rumah ibadah yang rusak," jelasnya.
Perbaikan infrastruktur ini harus dilakukan bertahap, tapi menyeluruh. Mulai dari yang hancur total hingga yang rusak ringan. Semua perlu ditangani.
"Ya, tentunya itu kembali harus dimaksimalkan. Yang sudah rusak, yang sudah hancur dibangun kembali. Yang mungkin rusaknya setengah parah mungkin akan diperbaiki," imbuhnya.
Pemulihan sarana belajar ini krusial. Tanpa ruang kelas yang layak, mustahil proses belajar bisa normal. Anak-anak di daerah bencana sudah cukup menderita; jangan sampai mereka juga tertinggal pelajaran.
Husni menutup pernyataannya dengan penekanan. Semua upaya ini, menurutnya, harus benar-benar diutamakan untuk daerah bencana. Mereka yang terdampak, ujarnya, tentu tidak menginginkan musibah ini terjadi.
Artikel Terkait
Dua Prajurit Marinir Tewas, Senjata Hilang dalam Baku Tembak dengan KKB di Maybrat
Mobil Terbalik di Depan LP Cipinang, Tidak Ada Korban Jiwa
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Harta di Balik Mutilasi Perempuan Samarinda
Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Lebanon Selatan, Presiden Aoun Peringatkan Ancaman Invasi