Beijing lagi-lagi menyulut kemarahan. Kali ini, pemerintah China mendesak Amerika Serikat agar segera menghentikan pengiriman senjata ke Taiwan. Desakan keras itu dilayangkan Kamis lalu, menanggapi pernyataan Taipei soal persetujuan Washington untuk transaksi alutsista senilai fantastis, 11 miliar dolar AS.
Di depan awak media, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, suaranya tegas. Ia menuntut AS mematuhi prinsip satu-China.
"China mendesak Amerika Serikat untuk mematuhi prinsip satu-China... dan segera menghentikan tindakan berbahaya mempersenjatai Taiwan,"
Begitu kira-kira pernyataannya, seperti dilaporkan kantor berita AFP. Tak cuma protes biasa. Guo juga mengancam akan mengambil langkah-langkah tegas dan kuat demi menjaga kedaulatan wilayahnya. Ancaman yang sudah tak asing lagi, tapi kali ini nadanya terasa lebih panas.
Artikel Terkait
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi
Arus Balik di Daop 1 Jakarta Masih Dominasi Kedatangan, Capai 52 Ribu Penumpang
Marcos Santos Catat 8 Kemenangan di 24 Laga Pertama Bersama Arema FC
Polisi Tetapkan 7 Anggota KKB sebagai Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw