Kapolda Riau Soroti Kunci SDM Polri: Adaptif, Kolaboratif, dan Jauhi Hedonisme

- Kamis, 18 Desember 2025 | 10:30 WIB
Kapolda Riau Soroti Kunci SDM Polri: Adaptif, Kolaboratif, dan Jauhi Hedonisme

Di aula Mapolda Riau yang ramai, Irjen Pol Herry Heryawan membuka Rakorbin SDM untuk tahun anggaran 2025. Acara ini dihadiri oleh seluruh personel bagian SDM dari Polda hingga polres jajaran. Kapolda Riau itu langsung menekankan satu hal: untuk menciptakan SDM Polri yang unggul, kemampuan adaptif dan kolaboratif adalah kunci.

Tema rakorbin tahun ini memang mengusung konsep itu: 'SDM Polri yang Unggul, Adaptif dan Kolaboratif'. Menurut Herry, momentum ini strategis untuk mengevaluasi sekaligus merancang langkah konkret pembinaan SDM di wilayah hukum Polda Riau.

"Rakorbin SDM ini merupakan momentum strategis untuk melakukan evaluasi pembinaan SDM tahun 2025 berjalan sesuai kebijakan dan langkah konkret pembinaan SDM di wilayah hukum Polda Riau," ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Ia mendorong agar SDM Polri, khususnya di Riau, ke depan tak hanya kompeten. Mereka juga harus lincah beradaptasi dengan perubahan dan mampu bekerja sama dengan siapa pun. Baginya, kekuatan utama Polri justru terletak pada kolaborasi.

"Kekuatan utama kita adalah kekuatan kolaboratif, kebersamaan kita. Apalagi dalam situasi darurat bencana atau situasi kedaruratan lainnya kita membutuhkan kolaborasi dengan instansi terkait, lembaga/kementerian dalam konteks pentahelix, termasuk media, pelaku usaha dan komunitas," jelas Herry Heryawan.

Dalam amanatnya, ia mengingatkan kembali tugas pokok Polri: melayani, melindungi, mengayomi, menegakkan hukum, dan menjaga harkamtibmas. Terkait penegakan hukum, ia meminta agar kemampuan techno intelligent dan human intelligent lewat smart policing benar-benar dimanfaatkan.

Tak Hanya Soal Tugas, Tapi Jasa Setelah Purnatugas

Pembahasan kemudian merambah ke hal yang lebih personal. Herry Heryawan menyoroti pentingnya terobosan kreatif seperti Tabung Harmoni Hijau. Ini bukan sekadar program, tapi bisa jadi prototipe untuk ketahanan pangan, selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ia punya pesan khusus untuk personel yang akan purnatugas. Kemampuan mereka harus dioptimalkan dari sekarang.

"Personel yang akan memasuki purna tugas itu harus kita optimalkan kemampuannya agar nantinya setelah purna tugas punya jiwa entrepreneurship," katanya.

Di sisi lain, Kapolda juga menyentil soal kemampuan komunikasi yang dinilainya masih minim. Ia meminta di setiap jenjang pendidikan, personel diajak untuk berpikir mandiri dan berani berdebat ide secara sehat.

Hedonisme di Medsos Jadi Peringatan Keras

Tak lupa, ia mengingatkan pentingnya menjaga marwah institusi. Pengelolaan informasi pribadi harus bertanggung jawab. Terutama di media sosial, ia mewanti-wanti agar personel menghindari sikap hedonisme.

"Tidak ada tuh yang buat konten-konten hedonisme berangkat ke Singapura, ke mana. Konten edukasi sekarang dibantu oleh AI," tegasnya.

Menutup sambutannya, Herry berharap rakorbin ini tak berakhir sebagai diskusi belaka. Harus ada rumusan strategis yang bisa diimplementasikan dengan langkah nyata dan konsisten.

"Dengan SDM Polda Riau yang unggul, adaptif, dan kolaboratif, saya optimis kita mampu meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kamtibmas, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri," pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler