Di tengah riuh konferensi bisnis di Hotel Raffles, Zulkifli Hasan justru membuka pembicaraan dengan sesuatu yang lebih personal. Menteri Koordinator Bidang Pangan itu akhirnya angkat bicara soal video viralnya yang memanggul karung beras untuk korban banjir Sumatera Barat. Tanggapannya ia sampaikan di BIG Conference 2025, Senin lalu.
Zulhas, sapaan akrabnya, bercerita dengan gaya khasnya yang santai. Ia mengisahkan pengalamannya berolahraga di Jalan Sudirman usai kejadian itu.
"Ada yang lirik-lirik tapi nggak ngomong gitu ya. 'Bapak Zul' ada yang gitu," ujarnya, menirukan sapaan orang yang ia temui.
Tak lama, dua orang ibu-ibu mendekat dan langsung melontarkan pertanyaan yang membuatnya tersenyum.
"Pak Zul, berasnya mana?"
"Nggak gotong beras?" lanjutnya menirukan.
"Ini saya bilang, saya lagi olahraga karena kecapekan gotong beras. Ketawa semua," tutur Ketua Umum PAN itu, disambut gelak tawa hadirin.
Bagi Zulhas, tindakan membantu sesama bukanlah hal yang tiba-tiba. Ia mengaku ini adalah kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil oleh almarhumah ibunya. Nilai itu begitu melekat, hingga menjadi bagian dari kesehariannya.
"Jadi saya diperintah Ibu saya almarhum, 'tiap hari itu nak harus memberikan bantuan'. Dalam Islam ayatnya jelas. Orang baik itu, kata agama saya Al-Qur'an, orang yang berguna dan memberi, dia senang ataupun susah," kenangnya.
"Ajar itu saya praktikkan. Saya setiap hari harus memberi, pak. Dulu saya dihujat karena saya mau memberi uang. Setiap hari itu kebiasaan mulai kecil, susah maupun senang. Saya mulai 6 tahun 7 tahun sudah biasa berbagi," sambungnya.
Kebiasaan itulah yang ia bawa hingga kini, terutama saat mendatangi daerah bencana. Menurutnya, membawa beras langsung sudah seperti ritual. Tak cuma itu, ia juga selalu menyiapkan bantuan lain.
"Setiap pas saya ke daerah, tanya teman-teman saya, saya membagi beras. Biasa saya gotong beras itu bisa, bisa 500 bisa 1.000, 5 kilo biasa itu," katanya menerangkan.
Lalu ia menyinggung sebuah kebiasaan unik. Peci yang ia kenakan rupanya tak hanya sekadar penutup kepala.
"Terus kantong saya itu dalam peci mesti ada uang, dan saya kalau pulang ke rumah sudah kosong isinya. Itu tiap hari," ujarnya.
Ia menyadari kebiasaannya ini mungkin terlihat aneh bagi sebagian orang. Namun, Zulhas memilih untuk tak ambil pusing.
"Tapi mungkin buat yang lain aneh ya, gapapa. Saya juga maafkan," tutupnya dengan senyum.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Lintas Provinsi, Incar Rumah Kosong dengan Ciri Lampu Teras Menyala
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali