Untungnya, petugas Polsek Tanjung Morawa segera tiba di lokasi. Mereka membawa pemuda malang itu ke klinik untuk diobati. Setelah kondisinya stabil, penyelidikan pun dimulai. Polisi memeriksa MAP, kedua anak, dan sejumlah saksi. Hasilnya? Sungguh di luar dugaan.
Setelah mengumpulkan keterangan, polisi menyimpulkan bahwa tidak ada unsur penculikan sama sekali. Ternyata, MAP hanya tersesat dan butuh petunjuk arah. Dugaan awal warga ternyata meleset jauh.
"Tidak ada niat maupun perbuatan penculikan. Peristiwa ini tidak memenuhi unsur pidana,"
tegas AKP Jonni dengan nada meyakinkan.
Jadi, peristiwa mencekam itu berakhir sebagai sebuah kesalahpahaman besar. Seorang pemuda nyaris menjadi korban amuk massa hanya karena sebuah pertanyaan yang disalahartikan. Kasus ini pun ditutup, meninggalkan pelajaran tentang betapa bahayanya kabar yang belum tentu kebenarannya.
Artikel Terkait
Dari Pemalang ke Hollywood: Kisah Udeh Nans, Otak di Balik Adegan Laga yang Mematikan
Keluarga Bahar Kaget, Polisi Tetapkan Habib Bahar Tersangka Pengeroyokan Anggota Banser
Aceh Bangkit: 114 Sekolah Rusak Mulai Dibangun Kembali
Trump Tutup Kennedy Center Dua Tahun, Dunia Seni Berang