Suasana di Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, mendadak panas Selasa sore lalu. Seorang pemuda berusia 19 tahun, berinisial MAP, babak belur dihajar massa. Amuk warga ini dipicu kabar buru-buru: MAP diduga hendak menculik dua anak di wilayah itu. Tapi, ceritanya ternyata tak sesederhana itu.
Menurut Kapolsek setempat, AKP Jonni H Damanik, semuanya berawal sekitar pukul empat sore. MAP mendatangi dua anak, AES (11) dan G, lalu menanyakan di mana tempat tongkrongan anak muda. Untuk menunjukkan jalan, MAP bahkan menawarkan uang sepuluh ribu rupiah.
"Karena takut, kedua anak itu pergi dan menyampaikan ke warga bahwa ada dugaan penculikan anak,"
kata Jonni, menjelaskan awal mula kesalahpahaman itu.
Informasi itu langsung menyebar bagai api di sekam. Warga pun berdatangan, emosi mereka meledak. MAP yang tak sempat menjelaskan nasibnya harus menerima amukan massa. Ia dipukuli hingga luka-luka dan babak belur.
Artikel Terkait
Dari Pemalang ke Hollywood: Kisah Udeh Nans, Otak di Balik Adegan Laga yang Mematikan
Keluarga Bahar Kaget, Polisi Tetapkan Habib Bahar Tersangka Pengeroyokan Anggota Banser
Aceh Bangkit: 114 Sekolah Rusak Mulai Dibangun Kembali
Trump Tutup Kennedy Center Dua Tahun, Dunia Seni Berang